Kamis, 25 Agustus 2011

Satanic, Jangan Sampai Kita Menjadi Pengikutnya !!!


Pada dasarnya aliran Setanisme dibagi menjadi dua macam,yaitu Teistik dan Atheistik.Aliran teistik atau biasa disebut juga Setanisme Tradisional,adalah suatu bentuk kepercayaan yang menganggap bahwa Setan sebagai dewa,sedangkan aliran Atheistik adalah suatu aliran kepercayaan yang tidak menganggap adanya Tuhan ataupun Dewa untuk disembah,melainkan mereka menggunakan "Setan" sebagai simbol pada diri manusia,sebagai simbol keduniawian dan keserakahan,atau dengan kata lain mereka dapat dikatakan menyembah diri ,mereka sendiri.Salah satu Aliran Setanisme Atheistik yang terkenal adalah Gereja Setan (the Church of Satan) yang didirikan oleh Anton Szandor LaVey (Anton LaVey),karena namanya aliran ini disebut dengan aliran LaVeyan.
Suatu ciri kaum Setanis masa kini adalah, mereka semua atheis (tidak mengakui Tuhan). Mereka juga sekaligus kaum materialis, artinya, mereka hanya percaya kepada keberadaan benda belaka. Mereka mengingkari adanya Tuhan dan semua makhluk gaib. Oleh karena itu, kaum Setanis tidak percaya kepada setan sebagai makhluk yang nyata. Meskipun disebut sebagai penyembah setan, mereka tidak mengakui adanya setan. Bagi kaum Setanis, setan hanyalah lambang yang menyatakan permusuhan mereka terhadap agama dan kekerasan hati mereka. Dalam sebuah tulisan yang berjudul “Pengantar Setanisme” yang diterbitkan Gereja Setan, dinyatakan bahwa para Setanis sebenarnya adalah ateis:
Setanisme adalah sebuah agama yang tak mengenal Tuhan dan menganut paham tidak ada yang perlu ditakuti selain akibat tindakan kita. Kaum Setanis tidak percaya adanya Allah, malaikat, surga atau neraka, iblis, setan, ruh jahat, ruh baik, peri, atau makhluk gaib yang jahat. …Setanisme bersifat ateis …Otodeis: kami menyembah diri kami sendiri. …Setanisme adalah materialis … Setanisme adalah lawan agama. (Vexen Crabtree, “A Description of Satanisme”)
Singkatnya, ini adalah hasil filsafat kebendaan dan tak mengenal Tuhan yang telah tersebar sejak abad ke-19. Seperti filsafat ini, Setanisme menyandarkan diri pada teori yang dianggap ilmiah: Teori Evolusi Darwin.

Kamis, 18 Agustus 2011

ALONE AT LAST

In 2003 Alone At Last* started their career appearing at various (indie) music events in Bandung, Indonesia. In less than one year the band succeeded in winning the attention of rock music lovers with their hits single: Amarah Senyum dan Airmata in Bandung, Jakarta and other cities in Java Island, Indonesia. Their popularity continued to expand and their circle of fans now reaches across the Indonesian archipelago including Bali, Medan (Sumartra), Banjarmasin (Borneo), Makassar (Sulewesi) and other areas including Kuala Lumpur (Malaysia) and Singapore. They have released 2 albums with Absolute Records, Sendiri vs Dunia EP (2004) and Jiwa (2008). Alone At Last* have a core fan group concentrated in the fast-paced, cosmopolitan music capital of Indonesia, Bandung and in the other cities of Jakarta, Surabaya, Jogja, Bali, Semarang, Medan and Makasar. This network is supported by and easily accessible to their management network, Stand Alone Crew. And now please welcome Alone At Last* new single "Takkan Terhenti Disini".

A SHITTY BAND WITH AND AWESOME PLAN*
SAC #158